KEDIRI – Kisah keteguhan seorang bocah berusia 11 tahun di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, dalam merawat ibunya yang sedang sakit mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kediri.
Marfellino Duha Saputra, siswa kelas V sekolah dasar di Desa/Kecamatan Ngancar, harus menjalani kehidupan yang tidak mudah di usianya. Selain tetap bersekolah, Marfel juga membantu memenuhi berbagai kebutuhan sang ibu, Kumala Nur Hidayati, yang kini tidak dapat beraktivitas secara mandiri.
Kisah tersebut akhirnya sampai kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Pada Kamis (13/8/2026), Dhito datang langsung ke kediaman Marfel untuk melihat kondisi keluarga tersebut sekaligus memberikan bantuan.
Tetap Sekolah Sambil Merawat Ibu
Saat Bupati Kediri tiba, Marfel langsung mengajaknya masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi ibunya yang terbaring di atas kasur.
Di usianya yang masih sangat muda, Marfel sudah terbiasa menjalankan berbagai pekerjaan rumah untuk membantu ibunya. Rutinitas tersebut sudah dilakukannya sejak duduk di kelas III SD.
Setiap pagi, Marfel biasanya bangun sekitar pukul 05.30 hingga 06.00 WIB. Setelah itu, dia membantu ibu beraktivitas, menyiapkan makanan hingga memasak sendiri.
Kondisi sang ibu membuat sebagian besar aktivitas sehari-hari harus dibantu Marfel. Bahkan untuk kebutuhan buang air, Kumala harus menggunakan pispot yang kemudian dibersihkan oleh putra-putranya.
Kumala diketahui mengalami pengeroposan tulang sejak sekitar dua tahun terakhir. Awalnya, dia merasakan kesemutan dan nyeri pada tubuhnya. Kondisinya kemudian semakin memburuk setelah mengalami terjatuh hingga akhirnya tidak mampu bangun dan beraktivitas seperti sebelumnya.
Bupati Pastikan Kebutuhan Marfel Terpenuhi
Melihat kondisi tersebut, Bupati Kediri menyatakan komitmennya untuk membantu kebutuhan Marfel dan keluarganya.
Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mencakup keperluan pendidikan. Marfel diminta untuk tetap melanjutkan sekolah dan tidak menjadikan kondisi keluarganya sebagai alasan untuk berhenti belajar.
Dhito juga memberikan nomor telepon pribadinya kepada Marfel. Bocah tersebut dipersilakan menghubungi dirinya bila membutuhkan.
Selain pendidikan, kebutuhan makan dan keperluan harian keluarga juga akan diperhatikan.
Bupati Kediri juga berpesan agar Marfel tetap memiliki waktu untuk beribadah dan mengaji di tengah tanggung jawabnya merawat sang ibu.
Menurut Dhito, apa yang dilakukan Marfel merupakan bentuk tanggung jawab yang cukup besar bagi anak seusianya.
Awalnya Merasa Berat, Kini Mulai Biasa
Dalam pertemuannya dengan Marfel, Dhito sempat menanyakan apakah aktivitas merawat sang ibu terasa berat.
Marfel mengakui bahwa pada awalnya dirinya sempat merasa kesulitan. Namun, seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kesehariannya.
Meski demikian, perhatian terhadap kondisi Marfel tetap diperlukan. Sebab, anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut harus membagi waktu antara pendidikan, kehidupan sehari-hari dan tanggung jawab merawat ibunya.
Kehadiran pemerintah diharapkan dapat meringankan beban yang selama ini dipikulnya.
Dapat Bantuan hingga Sepeda Listrik
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kediri juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk Marfel. Diantaranya sepatu, pakaian, kaus kaki dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Namun, ada satu kebutuhan yang disampaikan Marfel secara langsung, yakni sepeda listrik untuk menunjang perjalanan menuju sekolah.
Permintaan tersebut langsung mendapat respon positif dari Dhito. Bupati berjanji sepeda listrik tersebut akan dikirim paling lambat Jumat (14/8/2026).
Bantuan itu diharapkan membuat aktivitas Marfel sekolah menjadi lebih mudah sehingga dia dapat tetap fokus menjalani pendidikan.
Sementara itu, kondisi Kumala juga akan mendapat perhatian lebih lanjut. Setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul, keluarga berencana melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi tulang serta kemungkinan tindakan medis yang dapat dilakukan.
Kisah Marfel menjadi gambaran bahwa kepedulian dan tanggung jawab keluarga dapat tumbuh sejak usia dini. Di tengah keterbatasannya, bocah tersebut tetap berusaha menjalankan kewajibannya sebagai anak sekaligus mempertahankan pendidikannya.
Perhatian dari pemerintah yang diharapkan tidak hanya menjadi bantuan pada saat itu juga, tetapi juga dapat memastikan Marfel dan ibunya memperoleh pendampingan serta kebutuhan dasar yang layak untuk depannya.
(Merah/lis)
0 Comments